Rabu, 07 Mei 2025

Review Film A Walk to Remember

 

Review Film “A Walk to Remember”

 


 

Ini merupakan film atau movie lawas yang rilis pada tahun 2002, asal Amerika Serikat, yang disutradarai oleh Adam Shankman, diproduseri oleh Denise DiNovi dan Hunt Lowry. Diadaptasi dari novel berjudul sama karya Nicholas Sparks, film ini mengusung tema drama romantis.

Dibintangi oleh Shane West (Landon Carter) dan Mandy Moore (Jamie Elizabeth Sullivan) yang juga bermain dalam film “The Princess Diaries” musim pertama, film satu ini menyuguhkan cerita yang menarik dan menyentuh hati menurut Gazer.

Bercerita tentang Landon Carter, seorang remaja problematik namun populer yang akhirnya jatuh cinta dengan Jamie Sullivan, seorang anak pendeta yang dikucilkan di sekolah.

Cerita bermula ketika Landon terlibat kecelakaan setelah melakukan perundungan bersama teman-temannya, yang akhirnya membuatnya dihukum harus mengikuti kegiatan sosial, termasuk bermain drama di sekolah. Di waktu yang sama, Jamie juga tergabung dalam drama tersebut. Melalui kegiatan latihan naskah, Landon yang arogan dan mulanya enggan berinteraksi dengan Jamie, meminta tolong kepada Jamie untuk melatihnya. Jamie mengiyakan, dengan syarat Landon tidak boleh jatuh cinta pada Jamie, syarat yang mudah bagi Landon saat itu. Keduanya semakin dekat, namun apabila di sekolah, Landon berpura-pura tidak pernah berinteraksi apapun dengan Jamie.

Setelah pementasan berakhir, kedekatan di antara keduanya mulai terjalin. Landon yang mulanya menganggap Jamie aneh, sekarang melanggar syarat yang telah Jamie berikan, untuk tidak jatuh cinta padanya. Landon jatuh cinta pada Jamie. Mereka menjalin hubungan, meski ayah Jamie tidak menyukai Landon.

Hubungan mereka berlangsung indah sampai akhirnya Jamie mengungkapkan bahwa ia menderita leukimia. Landon yang terlanjur jatuh cinta, membuktikan keseriusannya dengan Jamie, memberikan perhatian dan kepeduliannya secara penuh, hingga bertekat melanjutkan studi di bidang kesehatan. Usaha Landon membuat ayah Jamie perlahan luluh dan menerima keberadaan Landon. Singkat cerita, Landon menikahi Jamie, di gereja di mana ayah dan ibunya (Jamie) menikah dulu, seperti keinginan Jamie. Namun, tidak berselang lama, Jamie pergi oleh penyakit yang dideritanya.

 



 

Cerita ini ngasih suasana yang ringan dan mudah dicerna. Dengan konsep enemies to lovers, cerita ini ngasih gambaran bahwa cinta itu bisa datang dari orang yang tidak disangka. Ada baaanyak banget hal yang bisa dipetik dari cerita ini. Mulai dari pertemanan, percintaan, hingga keluarga, semua aspek di film ini punya makna yang dalem menurut Gazer.

Gazer bener-bener oblivious pas nonton ini film. Gak tahu alurnya, apalagi endingnya. Jujur, Gazer kurang nyaman sama endingnya, karna Gazer tim penyuka happy ending yang gak pake nanggung. Tapi film ini jadi punya kesan tersendiri buat Gazer karena ceritanya. Definisi “right person, not enough time”. Worth to be watched! Untuk usia 13 tahun ke atas (13+).

Untuk keseluruhan, mulai dari alur sampe ke ending, film ini bagus. Gak cringe, gak alay, pokoknya adem aja gitu ditontonnya. Gazer udah dua kali nonton film ini. Hope Landon & Jamie are together in another universe in a longer time.

 

 

 

First pic from: https://images.app.goo.gl/7XFZnMLGumFrqeZWA

 

Review Film A Walk to Remember

  Review Film “A Walk to Remember”     Ini merupakan film atau movie lawas yang rilis pada tahun 2002, asal Amerika Serikat, yang disu...