Review Film “A Walk
to Remember”
Ini merupakan film atau movie
lawas yang rilis pada tahun 2002, asal Amerika Serikat, yang disutradarai oleh
Adam Shankman, diproduseri oleh Denise DiNovi dan Hunt Lowry. Diadaptasi dari
novel berjudul sama karya Nicholas Sparks, film ini mengusung tema drama romantis.
Dibintangi oleh Shane West (Landon
Carter) dan Mandy Moore (Jamie Elizabeth Sullivan) yang juga bermain dalam film
“The Princess Diaries” musim pertama, film satu ini menyuguhkan cerita yang
menarik dan menyentuh hati menurut Gazer.
Bercerita tentang Landon Carter,
seorang remaja problematik namun populer yang akhirnya jatuh cinta dengan Jamie
Sullivan, seorang anak pendeta yang dikucilkan di sekolah.
Cerita bermula ketika Landon
terlibat kecelakaan setelah melakukan perundungan bersama teman-temannya, yang akhirnya
membuatnya dihukum harus mengikuti kegiatan sosial, termasuk bermain drama di
sekolah. Di waktu yang sama, Jamie juga tergabung dalam drama tersebut. Melalui
kegiatan latihan naskah, Landon yang arogan dan mulanya enggan berinteraksi
dengan Jamie, meminta tolong kepada Jamie untuk melatihnya. Jamie mengiyakan,
dengan syarat Landon tidak boleh jatuh cinta pada Jamie, syarat yang mudah bagi
Landon saat itu. Keduanya semakin dekat, namun apabila di sekolah, Landon berpura-pura
tidak pernah berinteraksi apapun dengan Jamie.
Setelah pementasan berakhir, kedekatan
di antara keduanya mulai terjalin. Landon yang mulanya menganggap Jamie aneh,
sekarang melanggar syarat yang telah Jamie berikan, untuk tidak jatuh cinta
padanya. Landon jatuh cinta pada Jamie. Mereka menjalin hubungan, meski ayah
Jamie tidak menyukai Landon.
Hubungan mereka berlangsung indah
sampai akhirnya Jamie mengungkapkan bahwa ia menderita leukimia. Landon yang
terlanjur jatuh cinta, membuktikan keseriusannya dengan Jamie, memberikan
perhatian dan kepeduliannya secara penuh, hingga bertekat melanjutkan studi di
bidang kesehatan. Usaha Landon membuat ayah Jamie perlahan luluh dan menerima
keberadaan Landon. Singkat cerita, Landon menikahi Jamie, di gereja di mana ayah
dan ibunya (Jamie) menikah dulu, seperti keinginan Jamie. Namun, tidak
berselang lama, Jamie pergi oleh penyakit yang dideritanya.
Cerita ini ngasih suasana yang
ringan dan mudah dicerna. Dengan konsep enemies to lovers, cerita ini
ngasih gambaran bahwa cinta itu bisa datang dari orang yang tidak disangka. Ada
baaanyak banget hal yang bisa dipetik dari cerita ini. Mulai dari pertemanan,
percintaan, hingga keluarga, semua aspek di film ini punya makna yang dalem
menurut Gazer.
Gazer bener-bener oblivious pas
nonton ini film. Gak tahu alurnya, apalagi endingnya. Jujur, Gazer kurang
nyaman sama endingnya, karna Gazer tim penyuka happy ending yang gak
pake nanggung. Tapi film ini jadi punya kesan tersendiri buat Gazer karena
ceritanya. Definisi “right person, not enough time”. Worth to be watched! Untuk usia 13 tahun ke atas (13+).
Untuk keseluruhan, mulai dari
alur sampe ke ending, film ini bagus. Gak cringe, gak alay, pokoknya
adem aja gitu ditontonnya. Gazer udah dua kali nonton film ini. Hope Landon
& Jamie are together in another universe in a longer time.
First pic from: https://images.app.goo.gl/7XFZnMLGumFrqeZWA

.png)


